Mengapa Tubuh Perlu Suplemen???

24/04/2009

Kesehatan adalah aset yang paling berharga bagi manusia. Banyak cara dilakukan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar, di antaranya dengan menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur.

Namun, waktu yang terbatas sering kali membuat kita tidak sempat berolahraga dan mengabaikan gaya hidup sehat. Hal ini mengakibatkan nutrisi bagi tubuh tidak tercukupi.

Ada banyak kondisi yang menandakan tubuh kita membutuhkan suplemen. Biasanya kita membutuhkan tambahan vitamin ketika sedang sakit, kurang nafsu makan, penyerapan makanan yang tidak baik, dan pada saat banyak beraktivitas atau banyak energi yang terkuras. Gejala-gejala seperti sariawan, dehidrasi, atau gusi berdarah merupakan tanda bahwa tubuh memerlukan tambahan vitamin. Membiarkan keadaan tersebut hingga larut dapat menyebabkan penurunan vitalitas dan imunitas tubuh. Selain itu, orang tua yang berusia di atas 50 tahun juga membutuhkan tambahan vitamin karena tidak memiliki gigi yang lengkap dan cafsu makan yang sudah berkurang. Dengan demikian, metabolisme tubuh mereka tidak bekerja sebaik ketika mereka masih muda.

Oleh karena itu, sebelum tubuh kita terserang penyakit akibat menurunnya fungsi metabolisme, memberikan asupan tambahan makanan menjadi usaha yang tepat. Pada dasarnya, suplemen adalah zat-zat nutrisi tambahan yang dikonsumsi bila tubuh mengalami penurunan fungsi metabolisme. Suplemen berfungsi sebagai makanan tambahan yang akan melengkapi zat-zat nutrisi dalam tubuh. Umumnya, suplemen makanan kesehatan berasal dari bahan-bahan alami tanpa bahan kimia dan merupakan saripati bahan makanan. Kini suplemen telah tersedia dalam berbagai macam bentuk, antara lain kapsul, bubuk, tablet, ataupun cairan.

Yang juga perlu diperhatikan yaitu bahwa setiap manusia mempunyai struktur organ tubuh, jaringan, sel-sel dan fungsi yang berbeda dari manusia lain. Sehingga, kecukupan gizinya pun berbeda. Karena itu, tiap orang membutuhkan asupan suplemen makanan yang berbeda sebagai pelengkap kebutuhan asupan zat gizi.

Suplemen vs Obat

suplemenBerbeda dengan obat, suplemen termasuk dalam golongan makanan. Karena terbuat dari bahan-bahan alami, golongan ini tidak perlu diuji klinis untuk mengetahui efektivitasnya. Suplemen boleh dijual secara bebas tapi tidak boleh diklaim memiliki khasiat untuk mengobati penyakit seperti halnya obat-obatan. Sekalipun suplemen termasuk dalam golongan makanan, namun sifatnya hanya menambahkan atau melengkapi, tidak berperan sebagai pengganti makanan.

Begitu banyak pilihan suplemen yang ditawarkan para produsen. Memutuskan salah satu yang paling tepat bagi kita memang tidak mudah. Sebelum mengonsumsi suplemen, anda harus betul-betul mengetahui zat dan nutrisi apa yang sedang dibutuhkan oleh tubuh anda, sehingga anda mampu menyesuaikan jumlah yang tepat dari suplemen yg akan Anda konsumsi.

Produsen suplemen yang bertanggung jawab biasanya mencantumkan catatan tambahan mengenai zat tambahan, efek samping, cara pemakaian dan cara penyimpanan produknya. Perhatikan dengan seksama keterangan yang terdapat dalam setiap kemasan suplemen, agar kita mendapatkan hasil yang maksimal.

Peliharalah kesehatan dengan selalu memperhatikan banyaknya asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Jika tubuh mulai merasakan adanya penurunan fungsi metabolisme, suplemen merupakan cara mudah untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Anda.

sumber: www.hdindonesia.com


Anak dengan Kebutuhan Khusus

24/04/2009

Mana istilah yang tepat: anak autis atau anak dengan autisme? Belakangan istilah anak dengan autisme lebih dianjurkan karena itu mengindikasikan seorang anak yang memiliki gangguan autisme. Berbeda dengan istilah anak autis yang seolah-olah menjadikan autis sebagai sifat yang dimiliki anak tersebut. Tetapi, ada istilah yang lebih tepat lagi, yakni anak dengan kebutuhan khusus (special needs).

Memang, autisme itu merupakan gangguan perkembangan pada anak-anak yang gejalanya telah terlihat sebelum berumur tiga tahun. Ada tiga perkembangan yang umumnya terganggu akibat autisme ini, yakni komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku.

Kualitas komunikasi anak dengan kebutuhan khusus cenderung tidak normal. Hal tersebut terlihat dengan:

  • Perkembangan berbicara yang terlambat, bahkan tidak berkembang sama sekali.
  • Tidak berkomunikasi melalui gerak badan atau mimik muka sebagai usaha menutupi kekurangan kemampuan berbicara.
  • Tidak mampu memulai pembicaraan atau mempertahankan alur pembicaraan dua arah.
  • Kerap menggunakan kata-kata yang tidak lazim atau mengulangi kata-kata yang sama.
  • Biasanya memilih permainan yang kurang variatif karena tidak mampu untuk bermain secara imajinatif.

Anak dengan kebutuhan khusus juga memiliki gangguan dalam kualitas interaksi sosial. Mereka akan:

  • Gagal untuk bertatap mata, tidak menunjukkan ekspresi di wajah maupun gerak tubuh.
  • Gagal membina hubungan sosial dengan teman seumurannya.
  • Tidak mampu berempati atau membaca emosi orang lain.
  • Tidak memiliki spontanitas dalam mencari teman, berbagi kesenangan, atau melakukan sesuatu bersama-sama.

Perilaku, aktivitas, dan minat anak dengan kebutuhan khusus juga sangat terbatas, bahkan sering melakukan suatu aktivitas tertentu secara berulang-ulang. Biasanya anak dengan kebutuhan khusus akan:

  • Melakukan suatu pola perilaku yang tidak normal, bahkan sampai berjam-jam, misalnya duduk di pojok sambil mempermainkan pasir dengan cara yang sama.
  • Mempertahankan suatu rutinitas yang tidak boleh diubah. Misalnya, sebelum tidur, harus cuci kaki dulu, menyikat gigi, memakai piyama, menggosokkan kaki di keset, lalu naik ke tempat tidur. Bila urutan rutinitas itu diubah atau salah satu aktivitas tidak dilakukan, maka seorang anak dengan autisme akan merasa sangat terganggu, lalu menangis sambil berteriak meminta rutinitas tersebut diulang dari awal.
  • Kerap mengulangi suatu gerakan yang aneh, misalnya mengepak-ngepakkan lengan, menggerak-gerakkan jari dengan cara tertentu, atau mengetok-ngetok sesuatu.

Selain gangguan pada komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku, seorang anak dengan kebutuhan khusus juga kerap menunjukkan emosi yang tidak wajar, misalnya mengamuk tanpa kendali, tertawa dan menangis tanpa sebab, serta memiliki rasa takut yang tidak beralasan. Anak dengan kebutuhan khusus juga menampilkan gejala gangguan sensoris, seperti mencium-cium atau menggigit suatu benda sebagai cara untuk mengenali benda tersebut. Ia juga tidak suka dan menunjukkan penolakan bila dipeluk atau dielus.

Sebagai orangtua, apa yang Anda lakukan bila anak Anda tergolong berkebutuhan khusus? Berikut ini anjuran yang selalu diberikan kepada orang tua dengan kondisi seperti itu.

  • Hargai, cintai, dan belajarlah dari anak Anda. Jangan memaksa anak Anda untuk segera mengatasi kekurangannya. Tidak perlu merasa malu dengan kondisinya, karena autisme bukan sesuatu yang memalukan, bukan penyakit, dan tidak akan menular. Tetapi, yang terutama adalah memastikan bahwa anak Anda dapat merasakan kasih sayang Anda.
  • Pelajari mengenai autisme, baik dari buku, seminar, dokter, atau orang lain yang memiliki pengalaman yang sama.
  • Pelajari berbagai terapi autisme. Cari tahu terapi yang tepat untuk anak Anda, karena tidak semua terapi cocok untuk semua penderita.
  • Carilah bantuan dan nasihat, lalu pilihlah mana yang cocok untuk anak Anda dan Anda sendiri. Misalnya, carilah sekolah yang mau menerima anak Anda dan berkolaborasilah dengan gurunya untuk dapat memenuhi kebutuhan khusus anak Anda.
  • Tetap sabar dan bersikap positif karena banyak anak-anak dengan gejala autisme berat ternyata bisa berkembang dengan sangat baik. Pahamilah bahwa Anda sedang menjalani suatu proses yang sangat panjang.
  • Bantu anak Anda dalam mengembangkan kemampuan dan minatnya. Bila si anak terlihat berbakat musik, maka Anda harus membantu mengarahkan anak Anda untuk mengembangkan kemampuan seninya.
  • Carilah terapis yang terbaik, karena terapis yang tidak tepat hanya akan membuat anak Anda semakin stress.
  • Perbaiki diet anak Anda dengan cara mencatat makanan dan perilaku hariannya. Dalam beberapa bulan Anda akan menemukan pola makanan mana yang membuat anak Anda menjadi agresif dan pemarah, karena anak dengan kebutuhan khusus cenderung memiliki alergi pada beberapa jenis makanan. Bila polanya sudah terlihat, maka hilangkan makanan-makanan tersebut dari diet anak Anda. Mengonsumsi suplemen HD Honeybee PollenS bisa dijadikan sebagai pilihan karena autisme berkaitan dengan ketidaknormalan pertumbuhan neuron. HD Honeybee PollenS diformulasikan khusus untuk anak-anak dan bermanfaat membantu perkembangan otak, tubuh sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Tetap berkonsultasi dengan dokter atau terapis anak Anda karena bisa saja anak Anda memiliki alergi terhadap produk perlebahan.

Sumber: www.hdindonesia.com


Memilih Suplemen untuk Anak

23/04/2009

Bila Anda bertanya, apakah anak-anak memang dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen, maka para ahli gizi akan menjawab, “Ya!”

Anak-anak cenderung susah untuk diberi makan dan itu akan mengganggu pertumbuhannya, baik fisik maupun kecerdasannya. Itulah sebabnya suplemen memang dianjurkan bagi anak-anak. Suplemen yang tepat akan mampu melengkapi kekurangan zat gizi, menjaga vitalitas tubuh anak, dan menghindari risiko gangguan pertumbuhan. Tetapi orangtua perlu memahami kalau suplemen bukanlah pengganti makanan, melainkan tambahan pelengkap bagi asupan nutrisi anak.

Bagaimana cara memilih suplemen yang tepat untuk anak?

  1. Pastikan suplemen apa yang dibutuhkan oleh anak Anda.
  2. Pilih suplemen yang memang khusus diformulasikan untuk anak, bukan suplemen yang untuk semua usia. Baiknya suplemen itu memiliki rasa yang enak dan mudah untuk dikonsumsi.
  3. Pilihlah suplemen yang berdosis kecil. Vitamin larut lemak dalam suplemen tertentu dapat tertimbun di jaringan bila diberikan dalam dosis besar.
  4. Komposisi suplemen harus sesuai dengan standar. Perhatikan pula label manfaat, dosis, cara penyimpanan, dan peringatan pemakaian produk tersebut. Pastikan kalau suplemen tersebut sudah terdaftar di badan POM. Bila ada yang kurang jelas, usah ragu bertanya pada konsultan medis Anda.
  5. Bila anak sedang mengidap suatu penyakit tertentu, pastikan kalau suplemen tersebut tidak akan menyebabkan kontraindikasi dengan penyakit si anak. Diskusikan hal ini dengan konsultan medis Anda.

HD Honeybee PollenS: Suplemen Tepat untuk Pertumbuhan Otak Anak
Benar! HD Honeybee PollenS adalah suplemen yang tepat bagi anak. Cukup bandingkan HD Honeybee PollenS dengan tips memilih suplemen anak yang tertulis di atas.

Pertama, anak-anak umumnya membutuhkan suplemen untuk membantu perkembangan tubuh, meningkatkan daya tahan, sekaligus membantu perkembangan otaknya. HD Honeybee PollenS adalah satu-satunya suplemen anak yang bisa memadukan ketiga manfaat tersebut dalam satu tablet. Itu karena HD Honeybee PollenS memiliki kandungan bee pollen yang telah terbukti klinis mampu membantu perkembangan tubuh anak sekaligus meningkatkan daya tahan tubuhnya sehingga anak tidak akan mudah sakit. Pun, HD Honeybee PollenS memiliki kandungan asam glutamat yang berfungsi membawa mineral kalium ke otak sehingga dapat membantu meningkatkan konsentrasi serta kemampuan daya pikir pada anak-anak maupun orang dewasa.

Kedua, HD Honeybee PollenS jelas diformulasikan khusus untuk anak. Untuk konsumen dewasa, HD mempersiapkan HD Pollenergy 520. Dengan demikian, Anda bisa merasa tenang saat anak Anda mengonsumsi HD Honeybee PollenS.

Ketiga, kandungan bee pollen di dalam HD Honeybee PollenS hd-hbpsmemang memiliki dosis yang lebih kecil dibandingkan HD Pollenergy 520. HD Honeybee PollenS mengandung 130 mg bee pollen murni, sementara bee pollen murni dalam HD Pollenergy 520 – sesuai namanya – adalah sebesar 520 mg.

Keempat, semua produk HD, termasuk HD Honeybee PollenS, telah disesuaikan dengan standar dan dilengkapi dengan label produk. Pun, Anda akan melihat nomor registrasi POM di setiap produk HD.

Dan, alasan terakhir. Pada dasarnya, semua produk HD telah melewati proses penelitian klinis. Tetapi, bila anak Anda memiliki penyakit tertentu, sebaiknya Anda memang mendatangi konsultan medis HD untuk memastikan konsumsi HD Honeybee PollenS yang paling tepat untuk anak Anda.

Jadi, apakah Anda masih mengganggap ada suplemen anak yang lebih tepat daripada HD Honeybee PollenS?

Sumber: www.hdindoneisa.com


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.